Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi
serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.
Kertas
dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak
kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih
(tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.
Adanya
kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar
dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu
menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari
peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah
naskah Nusantara beberapa abad lampau.
SEJARAH
Tercatat
dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di
seantero China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring
menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan
itu meskipun pada awalnya cara
pembuatan kertas merupakan hal yang sangat
rahasia.
Pada
akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ketangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti
Tang dalam Pertempuran
Sungai Talas pada tahun 751Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan
India lalu Eropa khususnya setelah Perang
Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan
orang-orang Spanyol Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara
pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah,
muncullah pusat-pusat industri kertas baik di serta ke seluruh dunia.
PEMBUATAN
KERTAS
Di
tahun 1799, seorang Prancis bernama Nicholas Louis Robert menemukan proses
untuk membuat lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen yang
bergerak, dengan melalui perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai
mesin Fourdrinier. Penemuan mesin silinder oleh John
Dickinson di tahun 1809 telah
menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin Fourdrinier dalam pembuatan
kertas-kertas tipis. Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama kalinya
digunakan dalam pengeringan dan pada tahun 1927 Amerika Serikat mulai menggunakan mesin Fourdrinier.
Peningkatan
produksi oleh mesin Fourdrinier dan mesin silinder telah menyebabkan
meningkatnya kebutuhan bahan baku kain bekas yang makin lama makin berkurang.
Tahun 1814, Friedrich
Gottlob Keller menemukan proses
mekanik pembuatan pulp dari kayu, tapi kualitas kertas yang dihasilkan masih
rendah. Sekitar tahun 1853-1854, Charles
Watt dan Hugh
Burgess mengembangkan pembuatan
kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857, seorang kimiawan dari
Amerika bernama Benjamin
Chew Tilghman mendapatkan British
Patent untuk proses sulfit. Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit ini
bagus dan siap diputihkan. Proses
kraft dihasilkan dari eksperimen
dasar oleh Carl Dahl pada tahun 1884 di Danzig. Proses ini biasa disebut proses
sulfat, karena Na2SO4 digunakan sebagai make-up kimia
untuk sisa larutan pemasak.
KERTAS
LONTAR
Pada
masa dahulu, media yang dipakai untuk kegiatan tulis-menulis di Jawa adalah
daun lontar (Borasus flabellifer) atau daun nipah (Nipa fruticans WURMB).
Setelah muncul Kertas
Jawa atau Kertas
DaluwangJawa, Madura dan Bali, dan
dikawasan ini banyak dijumpai naskah-naskah kuno yang menggunakan daun lontar
sebagai alat tulis. Kualitas naskah yang dihasilkan berbeda-beda tergantung
pada mutu bahan, cara pengerjaan dan perawatannya. serta kertas impor,
penggunaan kertas ini ternyata tidak serta merta punah dan masih dijumpai di
beberapa tempat hingga Abad ke-20 di
Mengenai
jenis daun lontar yang digunakan sebagai bahan tulis, seorang sejarahwan
Belanda, Van Der Molen menunjuk pada pendapat seorang ahli sejarah, Rumpius
bahwa ada tiga jenis daun lontar yakni Lontarus domestica, Lontarus silvestris
dan Lontarus silvestris altera. Lontarus domestica lebih banyak dipergunakan
karena daunnya lebih lunak. Alat yang digunakan adalah sejenis pisau yang
ditorehkan (pisau pangot dalam bahasa Sunda) atau kalam (pena) yang dicelupkan
dengan tinta yang hitam pekat serta warnanya tidak luntur. Sementara menurut
Friederich, seorang pembantu Museum KBG dimasa Hindia
Belanda (kini Museum
Nasional, Jakarta) yang dianggap
seorang ahli tulisan kuno, huruf yang digunakan adalah huruf Kawi dengan jenis
Kawi-Kwadraat (aksara Kawi tegak) dan Kawi curcief (aksara Kawi yang condong)
seperti naskah yang ditemukan di lereng Gunung Merbabu di Kedu, Jawa Tengah.
Sebagai catatan, beebrapa sejarahwan juga mengklasifikasi bahwa huruf Bali
merupakan varian dari huruf Kawi seperti, huruf Sunda Kuno dan beberapa
variannya, yang juga dikatakan oleh seorang sejarahwan Belanda, Brandes.
PROSES
PEMBUATAN KERTAS
Proses pembuatan kertas merupakan suatu proses
pengolahan bubur serat ditambah dengan zat-zat penolong (filler) untuk menambah
kekuatan kertas, menjadi lembaran-lembaran kertas yang diproses pada suatu alat
yang disebut mesin kertas (paper machine).
Secara garis besarnya proses pembuatan kertas
terdiri dari tiga tahapan:
- Stock preparation (proses persiapan
bahan baku). Pada bagian ini, bahan baku berupa bubur kertas (pulp)
dicampur dengan bahan penolong (filler) dan air sebelum masuk ke mesin
kertas (paper machine)
- Forming (proses pembentukan).
Proses ini sudah berada pada paper machine, dimana bahan baku dari stock
preparation dibentuk menjadi lembaran kertas dengan cara menyebarkan bubur
kertas secara merata pada paper machine.
- Proses pembuangan air. Kertas
yang telah dibentuk kemudian dikeringkan (kadar air kira-kira 5%) sehingga
menjadi lembaran kertas. Proses ini berada pada paper machineKertas yang
sering kita gunakan itu biasanya terbuat dari kayu yang diolah dengan
teknologi modern sehingga sampai ketangan kita. Untuk lebih mengenal
kertas yang kita gunakan mari kita pelajari proses pembuatan kertas.
PROSES PEMBUATAN BUBUR KERTAS (PULP)

Proses pembuatan pulp ada dua macam yaitu secara kimia (chemical pulping)
dan proses mekanikal (mechanical pulping). Tapi di sini akan dibahas
secara garis besar saja agar lebih mudah dipahami.
Kertas yang sering kita gunakan itu terbuat umumnya terbuat dari kayu atau
lebih tepatnya dari serat kayu dicampur dengan bahan-bahan kimia sebagai
pengisi dan penguat kertas. Kayu yang digunakan di Indonesia umumnya jenis
Akasia. Kayu jenis ini berserat pendek sehingga kertas menjadi rapuh. Di
mesin pembuat kertas (paper machine), serat kayu ini dicampur dengan kayu
yang berserat panjang contohnya pohon pinus.
Proses pembuatan pulp dimulai dari penyediaan bahan baku, dengan cara
mengambil dari hutan tanam industri kemudian disimpan dengan tujuan untuk
pelapukan dan persediaan bahan baku. Kayu yang siap diolah ini disebut
dengan Log. Kemudian log di kupas kulitnya dengan alat yang berbentuk drum
disebut Drum barker.
Setelah itu log melewati stone trap (alat yang berbentuk silinder
berfungsi untuk membuang batu yang menempel pada log), setelah itu log
dicuci.
Log yang sudah bersih ini kemudian di iris menjadi potongan-potongan kecil
yang di sebut dengan chip. Chip kemudian dikirim ke penyaringan utama
untuk memisahkan chip yang bisa dipakai (ukuran standar 25x25x10mm) dengan
yang tidak. Chip yang standar disimpan ditempat penampungan.
Dari tempat penampungan chip dibawa dengan konveyor ke bejana pemasak
(digester). Steam dimasak dengan beberapa tahap. Pertama di kukus (presteamed),
kemudian baru dipanaskan dengan steam di steaming vessel. chip di masak
dengan cairan pemasak yang disebut dengan cooking liquor.
Tahap selanjutnya setelah setelah bubur kertas siap kemudian dicuci dengan
tujuan untuk memisahkan cairan sisa hasil pemasakan dan mengurangi dampak
terhadap lingkungan.
Proses selanjutnya pulp di saring (screaning) agar terbebas dari
bahan-bahan pengotor yang dapat mengurangi kualitas pulp. Proses
penyaringan ini ada dua tahap, yaitu penyaringan kasar dan penyaringan
halus. Proses akhir dari penyaringan berada pada sand removal cyclones
yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp.
Kemudian bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium hidroksida
(NaOH) di dalam delignification tower sebelum di cuci didalam washer.
Tujuan dari pencampuran ini adalah untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan
kimia pada tahap pengelantangan (bleacing), mengurangi kandungan lignin,
serta memutihkan pulp.
Bubur kertas ini kemudian dikelantang (bleacing) dengan bahan kimia di dalam
proses bleacing untuk mencapai derajat keputihan sesuai standar ISO. Pulp
kemudian disimpan atau dikirim ke paper machine untuk diolah menjadi
kertas.

Proses Pembuatan Kertas (Paper machine)

Sebelum masuk keareal paper machine pulp diolah dulu pada bagian stock
preparation. bagian ini berfung si untuk meramu bahan baku seperti:
menambahkan pewarna untuk kertas (dye), menambahkan zat retensi,
menambahkan filler (untuk mengisi pori - pori diantara serat kayu), dlln.
Bahan yang keluar dari bagian ini di sebut stock 9campuran pulp, bahan
kimia dan air)
Dari stock preparation sebelum masuk ke headbox dibersihkan dulu dengan
alat yang disebut cleaner. Dari cleaner stock masuk ke headbox. headbox
berfungsi untuk membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas
fourdinier table.
Fourdinier berfungsi untuk membuang air yang berada dalam stock
(dewatering). Hasil yang keluar disebut dengan web (kertas basah). Kadar
padatnya sekitar 20 %.
Press part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar padatnya
mencapai 50 %. Hasilnya masuk ke bagaian pengering (dryer). Cara kerja
press part ini adalah. Kertas masuk diantara dua roll yang berputar. Satu
roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web. Bagian ini
dapat menghemat energi, karena kerja dryer tidak terlalu berat (air sudah
dibuang 30 %).
Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6 %.
Hasilnya digulung di pop reel sehingga berbentuk gulungan kertas yang
besar (paper roll). Paper roll ini yang dipotong - potong sesuai ukuran
dan dikirim ke konsumen.

Kita semua tentu sering menggunakan kertas untuk berbagai
kepentingan, baik untuk menulis, membaca, atau untuk membungkus gorengan
barangkali.
Kertas yang sering kita gunaka itu biasanya
terbuat dari kayu yang diolah dengan teknologi modern sehingga sampai ketangan
kita. Untuk lebih mengenal kertas yang kita gunakan mari kita pelajari proses
pembuatan kertas.
Proses Pembuatan Kertas (pulp)
- Kayu diambil dari hutan
produksi kemudian dipotong - potong atau lebih dikenal dengan log. log
disimpan ditempat penampungan beberapa bulan sebelum diolah dengan tujuan
untuk melunakan log dan menjaga kesinambungan bahan baku
- Kayu dibuang kulitnya dengan
mesin atau dikenal dengan istilah De - Barker
- Kayu dipotong - potong menjadi
ukuran kecil (chip) dengan mesin chipping. Chip yang sesuai ukuran diambil
dan yang tidak sesuai diproses ulang.
- Chip dimasak didalam digester
untuk memisahkan serat kayu (bahan yang diunakan untuk membuat kertas)
dengan lignin. proses pemasakan ini ada dua macam yaitu Chemical Pulping
Process dan Mechanical pulping Process. Hasil dari digester ini disebut
pulp (bubur kertas). Pulp ini yang diolah menjadi kertas pada mesin kertas
(paper machine).
Proses Pembuatan Kertas (Paper machine)
Sebelum masuk keareal paper machine pulp diolah
dulu pada bagian stock preparation. bagian ini berfung si untuk meramu bahan
baku seperti: menambahkan pewarna untuk kertas (dye), menambahkan zat retensi,
menambahkan filler (untuk mengisi pori - pori diantara serat kayu), dlln. Bahan
yang keluar dari bagian ini di sebut stock 9campuran pulp, bahan kimia dan air)
Dari stock preparation sebelum masuk ke headbox dibersihkan dulu
dengan alat yang disebut cleaner. Dari cleaner stock masuk ke headbox. headbox
berfungsi untuk membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas fourdinier
table.
Fourdinier berfungsi untuk membuang air yang
berada dalam stock (dewatering). Hasil yang keluar disebut dengan web (kertas
basah). Kadar padatnya sekitar 20 %.
Press part berfungsi untuk membuang air dari web
sehingga kadar padatnya mencapai 50 %. Hasilnya masuk ke bagaian pengering
(dryer). Cara kerja press part ini adalah. Kertas masuk diantara dua roll yang
berputar. Satu roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web.
Bagian ini dapat menghemat energi, karena kerja dryer tidak terlalu berat (air
sudah dibuang 30 %).
Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga
kadar airnya mencapai 6 %. Hasilnya digulung di pop reel sehingga berbentuk
gulungan kertas yang besar (paper roll). Paper roll ini yang dipotong - potong
sesuai ukuran dan dikirim ke konsumen.
Saat
ini, sampai 97% kertas dunia dan board diproduksi dari pulp kayu, dan 85% pulp
kayu ini berasal dari cemara, firs, dan pinuskonifer dan tumbuhan berdaun jarum
lainnya Dinding kayu dari kayukayu lunak yang lebih banyak digunakan dalam
produksi pulp memiliki 4045% berat sellulosa, 1525% berat hemiselulosa dan
2630% berat lignin. Maksud dari proses produksi pulp adalah memisahkan serat
kayu tanpa merusaknya sehingga dapat dibuat menjadi lembaran kertas. Komponen
lignin dalam kayu harus dilunakkan dan dilarutkan ka dalam fiber kayu itu
sendiri. Produksi pulp secara komersial meiliki metode pelunakkan lignin dengan
cara memanfaatkan perbedaan sifat fisik dan kimia antara selulosa dengan lignin
untuk memperoleh fiber. Pelunakkannya terjadi sampai memiliki derajat lebih
besar atau lebih kecil pada berbagai langkah yang dilakukan selama proses.
Pulp yang mempertahankan
sebagian besar lignin yang mengandung seratserat
kaku tidak akan dapat
dijadikan kertas yang kuat. Dalam hal ini, warna dan kekuatan kertas tersebut
akan berkurang dengan cepat. Hal ini dapat diperbaiki dengan mengambil sebagian
besar atau keseluruhan dari lignin yang akan diproses dengan menggunakan
larutan berbagai zat kimia. Pulp seperti ini dikenal dengan nama pulp kimia.
Sedangkan proses pelunakan lignin yang lain yaitu dengan memberi tekanan pada
kayu pada batu asah grindstone akan memproduksi pulp mekanik. Pada proses ini,
panas dihasilkan untuk mengurangi gesekan antara komponen dalam kayu sehingga
fiber terpisah dari lignin dengan sedikit kerusakan. Selain pulp mekanik dan
pulp kimia ada lagi jenis pulp yang lain yang diklasifikasikan berdasarkan
proses pembuatannya yaitu pulp semikimia dan pulp kimiamekanik.
Pembuatan
pulp secara mekanik telah mengalami perkembangan yang cukup baik, di antaranya
adalah proses yang bernama refiner Mechanical Pulping (RMP), Thermomechanical
Pulping (TMP), dan Chemithermomechanical Pulping (CTMP). Adapun pembuatan pulp
secara kimia biasanya menggunakan NaOH secara langsung maupun tidak langsung.
Lignin dilarutkan dari bagian lapisan sehingga fiber terpisah. Dalam proses
ini, kulit kayu diambil dan batang kayunya dibuat keepingkeping kayu kemudian
dihancurkan dalam tekanan pada temperatur yang dibutuhkan. Proses pembuatan
pulp secara kimia,yaitu:
1. Proses alkalin:
proses soda, dan proses kraft
2. Proses sulfit :
proses asam sulfit, dan proses bisulfit
Pulp yang dibuat dengan
metode semikimia pertama kali ditemukan oleh Mitscherlich pada tahun 1984.
Tujuan proses ini adalah menghasilkan perolehan yang maksimal yang setara
dengan proses dari tingkat kekuatan dan kebersihan yang paling baik.
Adapun tahap-tahap yang
dilakukan dalam proses ini adalah:
- Menggunakan larutan kimia untuk menghancurkan dan
mencerna kayu. Larutan kimia yang biasa digunakan adalah NaOH, Na2CO3,
Na2SO4. Dalam proses ini, sebagian besar hemiselulosa harus sudah tercerna
- Menghancurkan bahan secara mekanik, Salah satu proses
terkenal pembuatan pulp secara semikimia adalah proses Neutral Sulfite
Semichemical (NSCC). Proses pencernaan kayu merupakan proses yang memiliki
arti yang sangat penting. Proses ini diatur sedemikian rupa dengan kondisi
terbaik mulai dari temperature, tekanan, dan larutan kimia.
Tujuan utama dari
pencernaan ini adalah:
- Menghasilkan pulp masak yang baik, yang bebas dari
bagian bebas selulosa dan hemiselulosa
- Mencapai hasil maksimum dari perolehan hasil dengan
kualitas yang baik.
- Menjamin persediaan pulp yang konstan Setelah mengalami
proses penghancuran, selanjutnya pulp akan mengalami proses
penggelantangan. Warna pulp sangat bergantung pada jenis kayu asal, cara
proses, dan komponen tambahan yang terdapat dalam kayu. Selulosa dan
hemiselulosa sudah berwarna putih dan tidak berkontribusi pada warna pulp,
sedangkan lignin sangat berperan besar dalam memberikan warna pada pulp.
Pada dasarnya, terdapat
dua tipe penggelantangan yang biasa dilakukan pada pulp. Kedua metode ini
adalah:
- Memodifikasi secara kimia senyawa kromoforic pada kayu
dengan menggunakan reaksi oksidasi atau oksidasi
- Menyempurnakan proses delignifikasi dan membuang
beberapa senyawa karbohidrat lain Proses bleaching pada produksi pulp
secara kimia dan mekanik berbeda.
Proses Pembuatan kertas
Pulp akan dilewatkan pada berbagai unit proses dan operasi, diolah secara kimia
maupun mekanik, ditambahkan berbagai zat additive kemudian masuk ke dalam
mesing pembuat kertas khusus.
Beating dan pemurnian
adalah proses awal yang digunakan untuk memperbaiki kekuatan dan sifat fisik
dari kertas yang diinginkan, dan untuk mempengaruhi tingkah laku kertas selama
berada dalam tahap proses pembentukan lembaran dan pengeringan tujuan proses
ini adalah juga untuk menambah luas permukaan fiber dan pelarutan. Selain itu,
proses ini juga dapat menambah fleksibilitas fiber sehingga bahan fiber menjadi
relative mudah untuk dideformasi plastic dalam mesin kertas. Kualitas keluaran
unit beater ini bergantung pada kualitas penghancurannya. Fiber untuk kertas
biasanya keras dan elastic dan biasanya fiber akan berubah menjadi lunak jika
dimasukkan ke dalam mesin kertas tanpe melalui proses beating ini.
Sizing adalah proses
untuk menjadikan bahan fiber menjadi kertas dan lebih tahan rusak dari berbagai
cairan, khususnya air. Damar adalah bahan terbanyak yang digunakan sebagai zat
pembantu proses ini, selain itu, dapat digunakan juga bahan seperti pati, lem,
kasein, resin sintetis, dan turunanturunan selulosa lainnya. Behan-bahan ini
ditambahkan secara langsung ke dalam beater beater yang sedang memproses fiber,
atau ditambahkan saat fiber sudah menjadi lembaran kertas kering untuk membuat
permukaan tahan cairan.
Beberapa proses yang
terkenal dalam proses pembuatan kertas, yaitu:
- Fourdrinier Mesin Fourdrinier pertama kali ditemukan
pada tahun 1804 oleh Henry dan Sealy
Fourdrinier. Pada proses
ini, kertas dibuat dengan mengendapkan suspensi fiber yang sangat larut dari
suspense cairan pembawanya. Hampir 95% air dibuang pada proses ini. Saat itu,
masing-masing fiber akan bersilangan satu sama lain secara acak.
- Silinder Mesin silinder atau dikenal dengan proses
mesin tong pertama kali dikembangkan oleh John Dickinson dari Inggris pada
tahun 1809. Manfaat mesin ini adalah dalam manufaktur kertas dus, yaitu
sejumlah unit silinder dapat disusun sehingga lapisan fiber dari setiap
silinder dapat diendapkan dan seluruh lembaran itu dapat dikombinasikan
untuk membuat dus. Ketebalan diatur dan dibatasi dengan jumlah silinder
yang digunakan.
- Twin wire Metode ini digunakan untuk membuat kertas dan
kertas dus. Kertas dibentuk di antara dua penyaring. Dan air dikeluarkan
dari bahan dengan memodifikasi tekanan dan bahkan sampai tercapai keadaan
vakum.
- Pemerasan dan pengeringan Setelah meninggalkan mesin
pembuat kertas di atas, kertas yang berupa lembaran yang masih mengandung
7590% air diumpankan kepada unit untuk diperas kemudian dikeringkan dengan
rol pemanas dengan steam sampai tersisa kelembaban sebesar 410%.
Sifat Fisik kertas:
- Direksi kertas. Arah (direksi) kertas menentukan
beberapa sifat fisik kertas yang lain. Arah ini
- bergantung pada orientasi urat fiber selam dalam proses
pembuatan
- Basis Massa Basis Massa adalah ukuran massa dalam gram
per meter kuadrat. Sifat fisik ini
- ditentukan oleh standar TAPPI T 410.
- Ketebalan Maksud ketebalan di sini adalah ketebalan
satu lembar kertas yang diukur dalam kondisi spesifik TAPPI T 410 dan
biasanya dinyatakan dalam mikron
- Kuat tarik Kuat tarik adalah gaya per lebar unit
lembaran kertas yang dibutuhkan untuk
- menghasilkan kerusakan pada kertas tersebut pada
kondisi spesifik
- Bidang potong Bidang potong ini dinyatakan dalam
persentasi elongasi per lebar. Bidang potong akan memiliki nilai terbesar
dalam arah silang.
- Bursting Strength Bursting Strength adalah tekanan
hidrostatik yang dibutuhkan untuk memutuskan bahan saat berada dalam
kondisi spesifik.
- Tearing Strength Tearing Strength adalah gaya ratarata
- yang dibutuhkan untuk menyobek sebuah lembaran kertas
dalam kondisi spesifik
- Tingkat kekakuan Kekakuan yang dimaksud adalah tahanan
ikatan yang diukur oleh gaya yang dibuthkan untuk memberikan pembelokan.
Tingkat kekakuan bervariasi bergantung pada ketebalan kertas.
- Daya tahan lipat Daya tahan lipat merupakan jumlah
lipatan maksimum yang masih dapat ditahan kertas sampai terjadinya
kerusakan berdasarkan kondisi spesifik TAPPI T 410
Macammacam produk kertas
Secara garis besar, kertas dibagi menjadi 2 kategori, yaitu
- kertas asli yang biasanya dibuat dari kertas
tergelantang, dan digunakan untuk menulis, sebagai buku besar, buku dan
cover.
- Kertas kasar (coarst), dibuat dari kertas tak
tergelantang (tidak mengalami proses bleaching dari pulp kayu lunak dan
biasanya digunakan untuk kemasan makanan.
Macammacam tipe kertas:
- Kertas kraft Biasanya digunakan untuk tas, karton
berombak, juga untuk kemasan makanan
- Kertas tergelantang Biasanya digunakan untuk dibuat tas
kecil, amplop, kertas lilin, label, dan bahan laminating
- Kertas Greaseproof Biasanya digunakan untuk fatty foods
- Kertas Glassine Merupakan kertas yang tahan
minyak.Biasanya digunakan untuk tas, kotak dan kemasan makanan berminyak
- Perkamen sayur Kertas ini tidak beracun dan memiliki
kekuatan tahan basah dan minyak. Biasanya digunakan untuk kemasan makanan
basah dan berminyak
- Kertas tissue Kertas ini memiliki sifat lembut, dan
semitransparan.
copy from :